Aku rindu,Maaf mendadak
tanpa aba-aba rasa itu tiba-tiba menyeruak
walau hanya itu suri namun menuntut temu yang senyata-nyatanya.
kau boleh menyebutku gila
tapi lihat rindu membasahi saputanganku
sebasah-basah dari hujan yang terderas tak tau cara berteduh
kau boleh menyebutku aneh
tapi rindu mendobrak pintu hatiku
rusak dari serusak-rusak yang paling rusak tak tau cara mengetuk
aku berteriak
mengutuk jarak yang tak bersalah
jarak yang hanya setipis kulit bawang
BRENGSEK, kumaki lagi sang jarak
maaf tapi rinduku butuh pelampiasan
rindu yang tau diri tapi tak pernah tersampaikan pada tuannya.
lalu kemudian rinduku bak dandelion tertiup angin.
ini bukan tentang kopi tapi tentang rasa pahit dan manisnya.Goresan-goresan dari ketidakberdayaan, mencoba memberi apologi dari ketidakberdayaan itu.
Rabu, 17 September 2014
Saya aneh.
Ada yang janggal, ada yang aneh. untuk beberapa waktu yang lama saya tak menulis dan ada yang aneh. ada banyak tanya, ada banyak khawatir yang tak pernah saya tau berasal dari mana hanya saja semua tanyaku menuntut di jawab. ada banyak apa,mengapa dan bagaimana yang sebenarnya juga belum kutau tanya tentang apa.saya harus menulis, saya harus berpikir, saya harus menuangkan semuanya sebelum semua tanya menjadi gumpalan sampah. ada ketidak puasan tentang hidup padahal sudah banyak cara yang saya lakukan menikmati hidup, sekolah, kuliah, bergaul,mencintai tapi semuanya belum cukup, lalu kapan saya merasa cukup? semuanya menjadi kacau tak beraturan sel-sel darah yang mendidih, otak yang banyak tanya, hati yang menuntut jawaban, jiwa yang tak puas, ahhh semuanya semakin tak terkendali. mari menulis dulu walau sejenak, sambil menikmati aroma dari cangkir kopi, semua gelisah harus tertuang walau gelisah itu belum jelas. semua keanehan ini seperti dendam yang menuntut pembalasan lalu reda dan akhirnya diam. satu yang harus terus berjalan sampai rasa puas itu terpenuhi saya harus terus berjalan,terus menikmati hidup terus dan terus sampai semua tuntutan tanyaku terpenuhi.
Langganan:
Postingan (Atom)