Halaman

Kamis, 10 Juli 2014

UNTUKMU PALESTINAKU.



 


Ada luka yang menganga ketika ku saksikan wajah-wajah yang tak putih lagi terlumur darah, entahlah darah siapa,darah mereka, darah ibu mereka, darah ayah mereka, darah kakak mereka,darah adik mereka ataukah darah teman-teman mereka bermain.

Ada sakit yang teramat sakit ketika ku saksikan para wanita itu berteriak menggendong seorang anak yang berlumur darah, kehilangan satu tangan akibat ledakan bom, entahlah anak siapa, anak wanita itu,anak kakaknya, anak adiknya,ataukah anak tetangganya.

Ada perih yang tak tertahankan melihat para lelaki tua memegang senjata di usia senja mereka, berjalan tertatih-tatih demi melindungi istrinya yang juga telah renta,melindungi anak-anaknya, melindungi cucu-cucunya,menjaga tempat tinggalnya,mempertahankan tanah kehidupannya.

Ada amarah yang ingin meledak ketika ku saksikan pasukan-pasukan bejat itu berkeliaran diudara dengan helikopter mereka meledakkan bom-bom diatas tanah itu, tanah muslim,tanah para Nabi.

Ada murka yang tak terbendung menyaksikan para penjajah itu meluluh lantakkan rumah tempat tinggal mereka,membumi hanguskan rumah mereka, meledakkan setiap sumber kehidupan mereka, menghancurkan kebebasan mereka.

Ada rindu yang kukirim dengan diiringi jutaan cahaya dari setiap Do’a-Doa ku untukmu anakku,adikku,kakakku,ibuku,ayahku,saudaraku,palestinaku,Gazaku. Tak akan pernah putus Do’a ku untuk kedamaianmu, karna air mata masih mengalir,karna jeritan pilu masih terdengar,karna ceceran darah masih belum kering di tanah itu,karna perang masih berlangsung,dan Do'a ku takkan pernah putus.

YVKS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar